Langit kelabu menyelimuti jiwa.
Meredupkan cahaya yang menyisakan lara.
Suara tawa hilang, digantikan keheningan.
Langitku telah menjadi kabut dipenuhi awan hitam.
Inilah aku dengan masa lalu ku yang berawal dari sukacita menjadi suka-duka ketika aku mengingatnya.
Selembaran daun guguran mengisahkan cerita kita berdua.
Kau dan aku yang saling berpandangan sebelum terpejam kan.
Kini telah meninggalkan jejak kelam di angkasa.
Rindu membelenggu yang tak terurai,
Menemani hari-hari yang sepi.
Mungkin terasa letih tapi aku tak pernah berhenti meskipun telah menjadi kabut.
Tenang kan jiwamu disana, apa yang ukir tak akan memudarkannya.
Teruslah menjalani peran seperti yang diharapkan semesta dan menantikan alam keabadian.